Luka bakar termasuk kondisi yang menuntut penanganan berlapis, mulai dari perawatan luka, pengendalian infeksi, hingga persiapan cangkok kulit. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi oksigen hiperbarik (HBOT) mulai dibahas sebagai salah satu opsi pendukung. Bagi pusat luka bakar yang sedang menimbang HBOT sebagai lini layanan baru, pertanyaannya bukan hanya apakah layanan ini bisa dibuka, tetapi juga bukti apa yang tersedia dan bagaimana klinik mengukur hasilnya. Artikel ini membaca dua sumber terbaru secara netral.
Apa yang dilaporkan tinjauan sistematis 2026
Tinjauan sistematis yang terbit di Journal of Burn Care & Research pada 2026 menelaah 13 studi dengan total 566 pasien luka bakar. Rinciannya terdiri atas 5 uji acak, 7 studi kohort, dan 1 studi kasus-kontrol. Komposisi ini penting dicermati, sebab kekuatan bukti tiap desain studi berbeda.
Beberapa studi dalam tinjauan tersebut melaporkan kebutuhan operasi yang lebih rendah dan lama rawat inap yang lebih pendek pada pasien luka bakar yang menjalani HBOT. Tren perbaikan penyembuhan dan risiko infeksi yang lebih rendah juga tercatat. Meski demikian, manfaat terhadap angka kematian dinilai tidak konsisten antarstudi, sehingga kesimpulannya tidak bisa diseragamkan.
Penulis tinjauan juga menjelaskan mengapa data belum dapat digabung dalam meta-analisis. Perbedaan desain studi dan rejimen terapi membuat perbandingan langsung sulit dilakukan. Karena itu, mereka menilai perlu adanya RCT dengan protokol yang lebih terstandar. Sambil menunggu bukti yang lebih kuat, penulis menyatakan bahwa pusat luka bakar dapat mempertimbangkan HBOT untuk cedera akut dan cangkok yang berisiko gagal.
Gambaran dari studi observasional ITA-OTI
Selain tinjauan sistematis, studi observasional prospektif multisenter nasional di Italia, ITA-OTI, yang didukung SIAARTI, memetakan indikasi, modalitas terapi, dan luaran HBOT di berbagai pusat. Dalam studi ini, sekitar 47% pasien mencapai resolusi lengkap dan sekitar 34% mencapai resolusi parsial, sementara sekitar 14% tidak mengalami resolusi. Angka tersebut berasal dari berbagai indikasi, bukan khusus luka bakar.
Data ini memberi gambaran praktik nyata, tetapi perlu dibaca dengan hati-hati. Desain ITA-OTI bersifat observasional, bukan uji acak, sehingga tidak dapat langsung dijadikan dasar perbandingan efektivitas. Studi ini juga menunjukkan hal yang berguna bagi manajemen klinik: sekitar tiga perempat sesi lanjutan dilakukan dengan kedalaman tekanan serta jumlah dan durasi henti oksigen yang sama dengan sesi pertama. Konsistensi seperti ini menunjukkan pentingnya protokol tertulis yang dapat diikuti setiap anggota tim.
Mengapa registri penting untuk indikasi yang masih baru
Registri HBO multisenter yang dikelola Dartmouth-Hitchcock bertujuan mengumpulkan data luaran yang konsisten untuk indikasi baru yang bukti pendukungnya masih terbatas. Pembaruan data terakhir tercatat pada September 2026. Keterangan dalam registri juga menyebut bahwa data luaran untuk banyak indikasi baru masih bersumber dari laporan kasus atau seri kecil, sehingga klinik perlu berhati-hati dalam menjanjikan hasil.
Bagi pusat luka bakar, pesan ini sangat relevan. Registri dan studi observasional tidak menggantikan uji acak, tetapi keduanya dapat membantu klinik membangun kebiasaan pencatatan yang rapi. Dengan data yang konsisten, pusat dapat mengevaluasi sendiri apakah layanan berjalan sesuai harapan dan kapan sebaiknya dilakukan penyesuaian.
Data apa yang perlu disiapkan klinik
Agar keputusan membuka lini layanan HBOT lebih terukur, pengelola klinik dapat membangun kerangka data sejak awal. Beberapa hal yang sebaiknya dicatat antara lain:
- Kriteria seleksi dan indikasi, termasuk alasan dokter merujuk pasien luka bakar untuk HBOT.
- Protokol tertulis yang memuat tekanan kerja, jumlah sesi, durasi, dan jeda henti oksigen.
- Kepatuhan pelaksanaan sesi, sehingga setiap deviasi dari protokol dapat ditelusuri.
- Luaran klinis yang ditetapkan sejak awal, misalnya waktu penyembuhan luka, kebutuhan tindakan operasi, lama rawat inap, dan kejadian infeksi.
- Efek samping dan kejadian tidak diinginkan, termasuk alasan penghentian sesi.
- Hasil penilaian kontraindikasi dan kehati-hatian yang dilakukan dokter sebelum sesi dimulai.
- Dokumentasi peralatan, termasuk spesifikasi chamber dan catatan perawatannya.
Data ini sebaiknya dicatat dengan format yang seragam agar dapat dibandingkan dari waktu ke waktu. Tim juga perlu memahami standar keselamatan operasional, sebagaimana dibahas dalam panduan SOP klinik HBOT. Pusat yang berencana berpartisipasi dalam registri atau penelitian perlu memastikan definisi luarannya selaras dengan protokol yang digunakan.
Pertimbangan lini layanan: medis, bukan wellness
Membuka layanan HBOT untuk luka bakar berbeda dengan menawarkan sesi kebugaran. Penggunaan medis memerlukan evaluasi dokter sebelum sesi dimulai, pemantauan selama terapi, dan kesiapan menangani kondisi darurat. Perbedaan ini juga tercermin pada perizinan. Chamber yang dipakai untuk HBOT dengan oksigen murni termasuk alat kesehatan yang wajib didaftarkan, sehingga klinik perlu memeriksa status produk sebelum pengadaan. Pembahasan lebih lanjut tersedia dalam artikel medical grade vs wellness grade.
Kebutuhan jenis chamber juga berbeda-beda tergantung jenis layanan dan indikasi. Banyak klinik memilih chamber monoplace karena privasi pasien dan fleksibilitas penjadwalan. PT Habeote Nafas Murni berspesialisasi pada chamber monoplace dan melakukan quality control sebelum setiap pengiriman. Produk medisnya, OTO-101, memiliki tekanan kerja 2.4 ATA dan tekanan uji 2.7 ATA. Meski demikian, pengelola tetap perlu membandingkan spesifikasi, dokumen perizinan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan.
Bagi pusat luka bakar dan klinik yang sedang menyiapkan lini layanan HBOT, tinjauan 2026 dan registri ini menunjukkan bahwa keputusan yang baik lahir dari bukti yang terus dikumpulkan. Untuk kebutuhan layanan medis atau rumah sakit, chamber OTO-101 dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan. Silakan jadwalkan konsultasi atau demo melalui halaman kontak Habeote untuk berdiskusi mengenai kebutuhan klinik Anda.
Sumber
- PubMed, Journal of Burn Care & Research (J Burn Care Res), 2026: tinjauan sistematis HBOT pada pasien luka bakar, 5 Mei 2026
- PMC, Journal of Anesthesia, Analgesia and Critical Care: studi observasional ITA-OTI, 13 Mei 2026
- ClinicalTrials.gov: Registri HBO multisenter Dartmouth-Hitchcock (NCT07240649), pembaruan 9 September 2026

