Media edukasi hyperbaric IndonesiaDikelola oleh Redaksi Hyperbaric Indonesia · Disclosure
HBOTNEWS
Edukasi & Panduan · Panduan

Kontraindikasi HBOT: Siapa Tidak Boleh Menjalani Sesi dan Kondisi yang Perlu Kehati-hatian

Tidak semua orang aman menjalani HBOT. Simak daftar kontraindikasi absolut dan relatif yang perlu dipahami calon pengguna dan pengelola klinik sebelum sesi.

Kontraindikasi HBOT: Siapa Tidak Boleh Menjalani Sesi dan Kondisi yang Perlu Kehati-hatian

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) dilakukan dengan menghirup oksigen murni di dalam ruang bertekanan. Karena tekanan berubah selama sesi, tidak semua orang bisa menjalaninya dengan aman. Dokter Ravenska Theodora menegaskan bahwa indikasi dan kontraindikasi HBOT harus dinilai secara individual oleh dokter, bukan disamaratakan untuk semua orang.

Artikel ini merangkum daftar kondisi yang perlu diperhatikan, dibedakan antara kontraindikasi absolut (larangan mutlak) dan kontraindikasi relatif (kondisi yang membutuhkan kehati-hatian dan pertimbangan medis). Daftar ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Kontraindikasi Absolut: Pneumotoraks yang Belum Diobati

Menurut StatPearls, satu-satunya kontraindikasi absolut HBOT yang disebutkan secara tegas adalah pneumotoraks yang belum diobati. Perubahan tekanan di dalam chamber dapat memicu pneumotoraks tegang yang mengancam nyawa saat tekanan kembali naik ke permukaan.

Pasien dengan pneumotoraks perlu mendapat penanganan yang sesuai lebih dulu, misalnya pemasangan selang toraks, sebelum mempertimbangkan HBOT. Pedoman Tiongkok yang dibahas dalam literatur PMC juga mencantumkan beberapa kondisi lain sebagai kontraindikasi absolut, yaitu:

  • pneumotoraks atau pneumomediastinum yang belum diobati;
  • bula paru (pulmonary bulla);
  • perdarahan aktif;
  • kavitas tuberkulosis dengan hemoptisis (batuk darah).

Kontraindikasi Relatif: Kondisi yang Perlu Kehati-hatian

Kelompok kedua adalah kondisi yang tidak otomatis melarang HBOT, tetapi membutuhkan penilaian khusus. Menurut pedoman Tiongkok, emfisema berat dan sinusitis termasuk dalam kategori ini. Kondisi ini perlu dievaluasi karena dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat tekanan berubah.

Beberapa obat juga memerlukan perhatian. StatPearls mencatat bahwa terapi bleomycin dulu dianggap kontraindikasi absolut, tetapi kini banyak digolongkan sebagai kontraindikasi relatif. Pasien dalam kondisi ini tetap memerlukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk rontgen, analisis gas darah, dan spirometri.

Untuk kombinasi doxorubicin dengan HBOT, StatPearls menyebut jeda minimal 24 jam, sedangkan artikel StatPearls lain menyebut jeda minimal tiga hari. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jadwal harus dikonfirmasi langsung ke dokter onkologi dan spesialis hiperbarik, bukan ditentukan sendiri.

HBOT untuk Ibu Hamil

Pertanyaan tentang HBOT untuk ibu hamil sering muncul. Pedoman Tiongkok menggolongkan kehamilan trimester awal sebagai kontraindikasi relatif. Artinya, keputusan untuk menjalani sesi bergantung pada evaluasi dokter yang berwenang, dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan kebutuhan medisnya. Calon pengguna yang sedang hamil atau mencurigai kehamilan sebaiknya tidak memulai sesi tanpa konsultasi lebih dulu.

Keluhan yang Belum Tentu Membutuhkan HBOT

Sebagian orang datang ke klinik dengan keluhan seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan stamina, atau brain fog. Menurut ulasan Republika Ameera, keluhan tersebut tidak otomatis berarti seseorang kekurangan oksigen pada jaringan. Penyebabnya tetap perlu dicari melalui pemeriksaan medis. Dengan kata lain, keluhan bukan alasan untuk langsung menjalani HBOT tanpa diagnosis.

Panduan bagi Pengelola Klinik

Bagi klinik, kontraindikasi bukan hanya urusan pasien, tetapi juga bagian dari tata kelola layanan. Kepmenkes tentang Standar Pelayanan Medik Hiperbarik, yang berlaku sejak 6 Februari 2008, menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dan sarana layanan dalam memberikan pelayanan hiperbarik. Klinik sebaiknya memiliki prosedur skrining tertulis yang mencakup riwayat paru, jantung, kehamilan, obat yang dikonsumsi, dan kondisi infeksi atau perdarahan.

Layanan yang memakai chamber untuk tujuan medis perlu memperhatikan spesifikasi dan perizinan alatnya. Sebagai contoh, chamber medis seperti OTO-101 dari PT Habeote Nafas Murni memiliki tekanan kerja 2,4 ATA dan izin edar Kemenkes. Perbedaan jenis chamber dibahas lebih lanjut dalam artikel Medical Grade vs Wellness Grade, yang menjelaskan kapan chamber perlu izin edar.

Sebelum Sesi: Langkah yang Dianjurkan

Calon pengguna sebaiknya menyampaikan seluruh riwayat kesehatan, termasuk penyakit paru, operasi terbaru, kehamilan, dan obat yang sedang dikonsumsi. Dokter dapat meminta pemeriksaan tambahan sebelum memutuskan apakah HBOT sesuai. Gambaran umum tentang persiapan dan durasi sesi juga dapat dibaca di artikel Sesi HBOT Pertama Kali.

Intinya, daftar kontraindikasi ini berfungsi sebagai alat bantu untuk berdiskusi dengan dokter. Keputusan akhir tetap berada pada evaluasi medis yang menyeluruh, bukan pada keinginan pribadi atau tren di media.

Sumber

Konsultasi

Jadwalkan kunjungan pabrik dan demo produk

Lihat langsung kualitas produksi dan cara kerja hyperbaric chamber Habeote sebelum memutuskan.