Media edukasi hyperbaric IndonesiaDikelola oleh Redaksi Hyperbaric Indonesia · Disclosure
HBOTNEWS
Bisnis Klinik · Analisis

Layanan HBOT Rumah Sakit di Kota Wisata Selam: Pelajaran bagi Klinik dan RS

Dari Situbondo hingga Labuan Bajo, sejumlah rumah sakit memakai hyperbaric chamber untuk dekompresi penyelam dan layanan umum. Apa pelajaran perencanaannya bagi klinik dan RS lain?

Tiga unit hyperbaric chamber yang digunakan untuk terapi oksigen hiperbarik.
Tiga unit hyperbaric chamber yang digunakan untuk terapi oksigen hiperbarik. Foto: Hyperbaric Center of Queens / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sejumlah perairan di Indonesia menjadi tujuan menyelam, mulai dari Situbondo di Jawa Timur hingga Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Di sejumlah kota tersebut, rumah sakit mulai menghadirkan terapi oksigen hiperbarik (HBOT). Perkembangan ini positif, karena layanan yang awalnya dibutuhkan penyelam kini juga bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Berikut gambaran dari beberapa rumah sakit tersebut, serta pelajaran yang bisa diambil klinik dan RS lain.

Sekilas Empat Contoh Layanan di Kota Wisata Selam

Pemberitaan dari berbagai daerah memperlihatkan pola yang beragam. Ringkasannya dapat dilihat pada tabel berikut.

LokasiFasilitasCatatan dari pemberitaan
SitubondoRSUD dr. Abdoer RahemLayanan diresmikan pemerintah kabupaten; relevan bagi penyelam
SorongRumkital dr. R. OetojoKapasitas tabung 18 tempat duduk, termasuk dua kursi darurat
MakassarRSAL Jala Ammari Lantamal VIDisebut rumah sakit kedua di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki instalasi hyperbaric chamber
Labuan BajoRS Siloam Labuan BajoFasilitas pertama di NTT, terutama untuk penanganan dekompresi penyelam

Situbondo: Layanan untuk Penyelam dan Peserta Latihan

Pemerintah Kabupaten Situbondo meresmikan layanan terapi oksigen hiperbarik di RSUD dr. Abdoer Rahem. Pihak rumah sakit menilai kehadiran layanan ini relevan karena banyak penyelam nasional dan internasional beraktivitas di perairan Situbondo. Tenaga ahli hiperbarik yang dikutip ANTARA News Jawa Timur memperkirakan layanan ini akan menarik penyelam dari dalam dan luar negeri, termasuk peserta latihan selam TNI AL, karena wilayah tersebut menjadi tujuan latihan dan penyelaman.

Sorong dan Makassar: Peran Rumah Sakit TNI AL bagi Masyarakat

Rumkital dr. R. Oetojo di Sorong menghadirkan HBOT untuk warga Kota Sorong. Kapasitas tabungnya 18 tempat duduk, termasuk dua kursi yang disiapkan untuk kondisi darurat. Di Makassar, RSAL Jala Ammari Lantamal VI disebut sebagai rumah sakit kedua di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki instalasi hyperbaric chamber, setelah RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo. Layanan ini awalnya dihadirkan untuk penyelam dan prajurit TNI AL sebelum dilayani untuk kesehatan umum. Contoh layanan rumah sakit daerah lain dibahas dalam artikel RSUD Biak dan Hyperbaric Chamber.

Labuan Bajo: Kesiapan Menangani Kasus Dekompresi

RS Siloam Labuan Bajo meresmikan Hyperbaric Oxygen Chamber sebagai fasilitas pertama di NTT, terutama untuk penanganan dekompresi penyelam. Pemberitaan saat peluncuran menyebut kapasitas enam orang, sementara pemberitaan lain menyebut hingga delapan pasien. Perbedaan angka ini menjadi pengingat bahwa rumah sakit sebaiknya merujuk pada spesifikasi resmi fasilitasnya saat menyampaikan informasi kepada publik.

Liputan6 melaporkan bahwa chamber tersebut dapat memuat pasien beserta tempat tidurnya, sehingga pasien dengan mobilitas terbatas tetap bisa menjalani terapi. Fasilitas ini juga dipakai untuk luka terkait diabetes, patah tulang, gangguan saraf, dan stroke, dengan keputusan medis yang tetap berada di tangan dokter. Manajemen RS Siloam Labuan Bajo menyebut timnya rutin mengikuti refreshment training di RS AL Surabaya sebagai bagian dari kesiapan menangani kasus dekompresi.

Pelajaran Perencanaan bagi Klinik dan RS Lain

Dari keempat contoh tersebut, ada beberapa pelajaran yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

  1. Pahami pola kunjungan dan kebutuhan lokal. Layanan di Situbondo dan Labuan Bajo berangkat dari kebutuhan komunitas penyelam, lalu membuka peluang bagi pasien umum.
  2. Pikirkan sumber oksigen sejak awal. Seorang tenaga ahli hiperbarik yang dikutip ANTARA News Kalteng menyarankan rumah sakit menyediakan sumber oksigen sendiri, misalnya generator, dengan usulan kapasitas minimal 100 LPM. Tujuannya agar layanan tidak bergantung pada pasokan dari kota lain.
  3. Sesuaikan kapasitas dengan jenis layanan. Sorong menyiapkan kursi darurat, sementara Labuan Bajo menekankan kemampuan memuat pasien beserta tempat tidurnya. Kebutuhan setiap fasilitas berbeda-beda tergantung jenis layanan dan indikasi yang dilayani.
  4. Bangun kompetensi tim secara berkala. Pelatihan rutin, seperti yang diikuti tim Siloam Labuan Bajo, membantu kesiapan menghadapi kasus dekompresi. Panduan operasional dapat disusun sejak tahap perencanaan.
  5. Pastikan legalitas alat. Chamber yang dipakai untuk HBOT dengan oksigen murni termasuk alat kesehatan yang wajib didaftarkan, sehingga pemeriksaan izin edar perlu dilakukan sejak awal. Sebagai contoh produk di pasar dalam negeri, OTO-101 dari PT Habeote Nafas Murni adalah chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2.4 ATA dan izin edar Kemenkes AKD 20403620255. Produsen tersebut menyatakan setiap unit melalui quality control sebelum pengiriman.

Sebagai gambaran umum, materi webinar dari LMS Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa terapi HBOT umumnya diberikan pada tekanan sekitar 1 hingga 3 atmosfer, dengan durasi sesi biasanya 90 hingga 120 menit. Parameter untuk setiap pasien tetap harus ditentukan oleh dokter. Penggunaan HBOT untuk kebutuhan medis perlu didahului evaluasi dokter, dan indikasinya harus mengikuti kondisi masing-masing pasien. Panduan membuka layanan dapat dibaca di Membuka Layanan HBOT di Klinik.

Langkah Berikutnya bagi Pengelola Fasilitas

Bagi klinik atau rumah sakit yang ingin menjajaki layanan serupa, langkah awal yang baik adalah memetakan kebutuhan: siapa pasiennya, indikasi apa yang akan dilayani, dan bagaimana alur rujukannya. Untuk layanan medis, chamber monoplace seperti OTO-101 banyak dipakai klinik karena privasi pasien dan fleksibilitas penjadwalan. Konsultasi atau jadwalkan demo dapat dilakukan melalui halaman kontak.

Sumber

Konsultasi

Jadwalkan kunjungan pabrik dan demo produk

Lihat langsung kualitas produksi dan cara kerja hyperbaric chamber Habeote sebelum memutuskan.