Memilih tempat untuk menjalani terapi oksigen hiperbarik (HBOT) bukan hanya soal lokasi atau harga. Calon pasien dan keluarga perlu tahu siapa yang menangani sesi, bagaimana fasilitas menjaga mutu dan keselamatan, serta apakah kondisi yang dialami memang sesuai dengan terapi ini. Panduan berikut merangkum pertanyaan yang sebaiknya diajukan sebelum mengambil keputusan.
Mulai dari Pertanyaan: Siapa yang Menangani Sesi?
Liputan6 menegaskan bahwa HBOT tidak dimaksudkan untuk dijalani mandiri di rumah. Layanannya sebaiknya diberikan oleh tenaga medis di fasilitas yang sudah terakreditasi. Johns Hopkins Medicine juga menyebut bahwa hanya tenaga kesehatan yang berwenang yang dapat meresepkan HBOT. Karena itu, tanyakan siapa dokter yang bertanggung jawab, siapa tenaga yang mendampingi sesi, dan bagaimana pemantauan dilakukan selama prosedur.
Liputan6 juga mencatat bahwa satu sesi HBOT umumnya berlangsung sekitar 90 hingga 120 menit, dengan pasien yang tetap diawasi tenaga kesehatan. Pastikan fasilitas dapat menjelaskan alur sesi ini secara rinci, mulai dari persiapan hingga tindakan yang diambil jika pasien merasa tidak nyaman di dalam chamber.
Akreditasi dan Sertifikasi: Apa yang Perlu Dicek
Cleveland Clinic menyarankan calon pasien menanyakan kepada dokter apakah penyedia layanan memiliki sertifikasi dari Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS). Panduan UHMS menyebut bahwa FDA Amerika Serikat menganjurkan calon pasien memilih fasilitas yang telah memperoleh akreditasi UHMS, karena akreditasi tersebut menunjukkan komitmen pada mutu dan keselamatan.
Program akreditasi UHMS telah berjalan hampir 25 tahun. The Joint Commission mengakuinya sebagai pelengkap akreditasi rumah sakit, dan kadang menerimanya sebagai pengganti pemeriksaan lanjutan. Untuk fasilitas yang belum terakreditasi, UHMS menyarankan pasien meninjau standar keselamatan satu per satu bersama staf fasilitas tersebut. Gambaran standar operasional yang biasa dibahas dapat dibaca pada panduan keselamatan operasional dan kompetensi tim klinik HBOT.
Evaluasi Medis Sebelum Sesi Pertama
Dokter Seraphim Medical Center, dr. Ravenska Theodora, menegaskan bahwa evaluasi medis harus dilakukan sebelum seseorang memutuskan menjalani HBOT. Terapi ini juga bukan untuk semua kondisi. Cleveland Clinic menyarankan HBOT diberikan untuk kondisi yang sudah disetujui oleh penyedia berpengalaman di fasilitas terakreditasi. Pemeriksaan awal membantu dokter menilai apakah terapi ini sesuai, serta kondisi mana yang memerlukan kehati-hatian.
Kemenkes melalui Portal Layanan Kesehatan (Yankes) memberi contoh konteks darurat. Dalam kasus dugaan penyakit dekompresi pada penyelam, pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas terapi oksigen hiperbarik setelah pertolongan pertama. Artinya, kesiapan rujukan juga patut ditanyakan kepada fasilitas.
Izin Edar dan Jenis Chamber
Kemenkes menyatakan bahwa chamber yang dipakai untuk HBOT dengan oksigen murni termasuk alat kesehatan yang wajib didaftarkan. Pertanyaan tentang nomor izin edar relevan, baik untuk layanan yang disebut medis maupun yang dikemas sebagai wellness. Sebagai contoh, PT Habeote Nafas Murni, produsen dalam negeri yang berspesialisasi pada chamber monoplace, mencantumkan izin edar Kemenkes AKD 20403620255 pada OTO-101 dan melakukan quality control sebelum pengiriman.
Jenis chamber juga perlu dipahami. Kebutuhan berbeda-beda tergantung jenis layanan dan indikasi. Banyak klinik memilih chamber monoplace karena privasi pasien dan fleksibilitas penjadwalan.
Cakupan Biaya dan Pra-Otorisasi
Johns Hopkins Medicine menyarankan calon pasien memeriksa apakah asuransinya menanggung terapi tersebut, serta apakah diperlukan pra-otorisasi sebelum sesi dimulai. Tanyakan juga kepada fasilitas apakah tagihan dihitung per sesi atau per paket, dokumen apa yang perlu disiapkan, dan bagaimana rincian biaya dijelaskan sejak awal. Pertanyaan ini membantu keluarga menghindari kejutan biaya di tengah proses.
Ringkasan Pertanyaan untuk Fasilitas
| Aspek | Pertanyaan | Yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Tenaga medis | Siapa dokter penanggung jawab dan siapa yang mendampingi sesi? | Pasien tetap diawasi selama sesi yang umumnya 90 hingga 120 menit. |
| Sertifikasi | Apakah dokter memiliki sertifikasi UHMS dan apakah fasilitas terakreditasi? | Jika belum terakreditasi, tinjau standar keselamatan bersama staf. |
| Evaluasi medis | Apakah ada pemeriksaan sebelum sesi pertama? | HBOT tidak cocok untuk semua kondisi. |
| Izin edar | Berapa nomor izin edar chamber yang digunakan? | Chamber untuk HBOT dengan oksigen murni wajib didaftarkan. |
| Biaya | Apakah asuransi menanggung dan perlu pra-otorisasi? | Minta rincian tagihan secara tertulis. |
Layanan Medis dan Wellness Perlu Dibedakan
Tidak semua layanan HBOT dijelaskan dengan cara yang sama. Pastikan fasilitas menyebutkan dengan jelas apakah layanannya ditujukan untuk indikasi medis atau untuk kebugaran. Pembahasan tentang daftar indikasi resmi dapat dibaca pada artikel indikasi resmi HBOT menurut UHMS. Jika kondisi Anda belum jelas, mulailah dari konsultasi dengan dokter.
Memilih dengan Pertanyaan yang Tepat
Memilih layanan HBOT yang tepat dimulai dari pertanyaan yang jelas tentang tenaga medis, akreditasi, evaluasi, dan biaya. Untuk kebutuhan layanan medis di rumah sakit atau klinik, chamber monoplace medis Habeote seperti OTO-101 dapat menjadi bahan diskusi bersama pengelola fasilitas. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, konsultasi atau jadwalkan demo melalui halaman kontak.
Sumber
- Liputan6, "Hyperbaric Oxygen Therapy: Terapi Oksigen Bertekanan Tinggi yang Bantu Tubuh Pulih", 16 September 2026
- Cleveland Clinic, "Hyperbaric Oxygen Therapy"
- Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS), panduan keselamatan "Hyperbaric Safety"
- Johns Hopkins Medicine, "Hyperbaric Oxygen Therapy"
- detikHealth, "Lama pulih dari sakit? Terapi oksigen hiperbarik bisa jadi pilihan", 14 Agustus 2026
- Kemenkes RI, Portal Layanan Kesehatan (Yankes), "Penyakit Dekompresi"
