Pasien yang mendengar tentang terapi oksigen hiperbarik biasanya bertanya satu hal: apakah terapi ini sesuai dengan keluhannya. Pertanyaan itu wajar, dan jawabannya ditentukan oleh penilaian dokter, bukan oleh promosi. Artikel ini merangkum panduan umum dari sejumlah sumber bagi warga Curug dan sekitarnya, dengan Klinik Darma Nusantara sebagai salah satu fasilitas di Tangerang yang menyediakan HBOT dan layanan 24 jam.
Apa itu HBOT, dan mengapa kesesuaiannya perlu dinilai dokter?
Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) adalah terapi yang dilakukan di dalam ruang udara bertekanan tinggi, yakni di atas satu atmosfer, dengan pasien menerima oksigen 100 persen. Definisi ini dijelaskan oleh ANTARA News.

Dokter yang dikutip Republika Ameera pada 12 Agustus 2026 menyebut bahwa HBOT memiliki indikasi dan kontraindikasi yang harus dinilai per individu. Menurut dokter tersebut, dokter perlu menilai kondisi pasien, tujuan terapi, kemungkinan manfaat, serta kontraindikasi sebelum memutuskan apakah HBOT sesuai.
Kompas Health (2016) juga menyebut bahwa dokter dapat menyarankan HBOT bila pasien memiliki kondisi tertentu. Artinya, saran terapi bertolak dari kondisi pasien, bukan dari keinginan pasien semata.
Keluhan apa yang perlu dievaluasi medis lebih dulu?
Keluhan yang penyebabnya belum diketahui sebaiknya diperiksa dokter sebelum HBOT dipertimbangkan. Menurut pemberitaan detikHealth, HBOT bukan terapi untuk semua kondisi, dan keluhan seperti kelelahan, brain fog, atau penurunan stamina yang penyebabnya belum diketahui perlu dievaluasi medis lebih dulu.
Saran redaksi: pasien yang merasa lama pulih dari sakit dapat memulai dengan membicarakan keluhannya kepada dokter. Dokterlah yang menilai apakah HBOT relevan untuk kondisi tersebut.
Apa saja yang perlu disiapkan sebelum sesi HBOT?
Sumber-sumber yang dirujuk redaksi menyebut beberapa hal berikut. Daftar ini adalah gambaran umum, bukan prosedur baku satu fasilitas tertentu.

- Penilaian dokter. Menurut dokter yang dikutip Republika Ameera, dokter menilai kondisi pasien, tujuan terapi, kemungkinan manfaat, dan kontraindikasi. Pembaca dapat mempelajari bagian kontraindikasi melalui panduan kontraindikasi HBOT.
- Verifikasi ruang dan pemeriksaan pendukung. Menurut Kompas Health (2013), calon pasien diminta memverifikasi kelayakan ruang udara bertekanan tinggi, dan pemeriksaan pembuluh darah seperti TcPo2 atau USG Doppler kerap dilakukan sebelum terapi.
- Petunjuk sebelum sesi. Menurut Kompas Health (2016), tim perawatan kesehatan sebaiknya memberi petunjuk khusus sebelum sesi HBOT dimulai.
Apa kata daftar indikasi resmi UHMS?
Indikasi resmi HBOT mengacu pada daftar Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS). Lembaga ini menyusun indikasi melalui penilaian berbasis bukti oleh komite HBO, dan sejumlah indikasi disetujui dewan UHMS pada 8 Oktober 2011. Halaman indikasi yang dibaca redaksi berjudul versi 2020.
Jumlah indikasi dihitung berbeda antarsumber, seperti terlihat pada tabel berikut.
| Sumber | Jumlah yang disebut | Catatan |
|---|---|---|
| Ulasan umum di PMC (PMC8465921) | 14 indikasi yang disetujui UHMS | Indikasi mensyaratkan napas hampir 100 persen oksigen di ruang bertekanan minimal 2 ATA |
| Studi kohort registri di PMC (PMC11372337) | 15 kondisi yang dapat dipertimbangkan untuk HBO2 sebagai pengobatan yang disetujui | Termasuk radiation injury |
Karena angkanya berbeda, pembaca dan pengelola klinik perlu merujuk daftar UHMS yang paling mutakhir. Untuk membedakan indikasi resmi dari klaim wellness, pembaca dapat membaca panduan cara membaca daftar indikasi resmi HBOT menurut UHMS.
Mengapa penilaian dokter tetap menjadi tahap utama?
Penilaian dokter menjadi syarat bahkan dalam penelitian klinis. Dalam satu uji klinis HBOT untuk pyoderma gangrenosum yang tercatat di ClinicalTrials.gov (NCT05343754), peserta harus dinilai layak menjalani HBOT oleh dokter hiperbarik. Respons terhadap perawatan luka standar dan terapi antiinflamasi juga harus sudah dicoba sebelumnya.
Riset HBOT terus berkembang, dan studi registri di PMC (PMC11372337) membahas indikasi-indikasi yang masih dikaji. Perkembangan ini menunjukkan bidang HBOT yang aktif, dengan keputusan terapi tetap berada di tangan dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Pembaca yang juga menemui iklan terapi lain dapat membandingkannya dengan panduan Stem Cells Indonesia tentang cara membedakan klaim, uji klinis, dan layanan berizin.
Peran Klinik Darma Nusantara dalam pertimbangan HBOT
Klinik Darma Nusantara berlokasi di Jl. Raya Serang Km. 9, Kadu, Curug, Tangerang, dan menyediakan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) di samping layanan dokter umum serta gawat darurat 24 jam. Pasien yang mempertimbangkan HBOT dapat membawa keluhan dan riwayat kesehatannya untuk dinilai dokter. Keputusan akhir mengikuti penilaian dokter, bukan janji hasil tertentu.
Saran redaksi: pasien dapat menanyakan jenis chamber yang dipakai beserta dokumen izin edarnya. Sebagai gambaran, OTO-101 adalah chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2.4 ATA dan izin edar Kemenkes AKD 20403620255. Chamber monoplace banyak dipakai klinik karena privasi dan fleksibilitas penjadwalan pasien, sementara kebutuhan jenis chamber berbeda-beda tergantung jenis layanan dan indikasi.
Langkah berikutnya bagi pasien
Berikut langkah praktis yang disarankan redaksi sebagai bahan persiapan. Langkah-langkah ini bukan temuan sumber tertentu.
- Catat keluhan, lama keluhan, dan obat yang sedang dikonsumsi sebelum berkonsultasi.
- Tanyakan kepada dokter indikasi dan kontraindikasi yang berlaku untuk kondisi Anda.
- Tanyakan pemeriksaan pendukung yang mungkin diperlukan sebelum terapi.
- Pastikan petunjuk sebelum sesi sudah dijelaskan oleh tim perawatan kesehatan sebelum terapi dimulai.
Dengan memahami hal-hal ini, pasien dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dan menilai kesesuaian HBOT secara lebih realistis. Bagi pembaca yang ingin tahu apakah HBOT sesuai dengan kondisinya, evaluasi dokter tetap menjadi langkah pertama. Informasi layanan tersedia di situs resmi Klinik Darma Nusantara.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah semua orang bisa menjalani HBOT?
Tidak semua orang bisa menjalani HBOT. Kesesuaiannya ditentukan dokter setelah menilai kondisi, tujuan terapi, kemungkinan manfaat, dan kontraindikasi, menurut dokter yang dikutip Republika Ameera.
Apa saja indikasi resmi HBOT menurut UHMS?
Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS) memiliki daftar indikasi yang disusun melalui penilaian berbasis bukti. Jumlahnya dihitung berbeda antarsumber, sehingga pembaca perlu merujuk daftar UHMS yang paling mutakhir.
Apakah kelelahan kronis bisa langsung diatasi dengan HBOT?
Tidak langsung. detikHealth menyebut keluhan seperti kelelahan atau brain fog yang penyebabnya belum diketahui perlu dievaluasi medis lebih dulu.
Berapa tekanan dalam sesi HBOT?
ANTARA News menjelaskan HBOT dilakukan di ruang bertekanan di atas satu atmosfer dengan pasien menerima oksigen 100 persen. Ulasan umum di PMC menyebut indikasi resmi mensyaratkan tekanan minimal 2 ATA.
Sumber
- Republika Ameera, Mengenal Terapi Oksigen Hiperbarik, 12 Agustus 2026
- detikHealth, Lama Pulih dari Sakit, Terapi Oksigen Hiperbarik Bisa Jadi Pilihan
- ANTARA News, Ini Kata Dokter terkait Hasil Terapi Oksigen Hiperbarik
- Kompas Health, Hiperbarik, Oksigen Murni Tekanan Tinggi, 6 Agustus 2013
- Kompas Health, Terapi Oksigen Hiperbarik Obati Berbagai Penyakit, 14 Maret 2016
- Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS), Hyperbaric Oxygen Indications (versi 2020)
- PMC, A General Overview on the Hyperbaric Oxygen Therapy
- PMC, Emerging Indications for Hyperbaric Oxygen Treatment: Registry Cohort Study
- ClinicalTrials.gov, studi HBOT untuk pyoderma gangrenosum (NCT05343754)

Foto: Derekf44 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Foto: Peter Southwood / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Foto: Mike / Wikimedia Commons, CC BY 2.0