Media edukasi hyperbaric IndonesiaDikelola oleh Redaksi Hyperbaric Indonesia · Disclosure
HBOTNEWS
Edukasi & Panduan · Panduan

HBOT untuk Gangguan Pendengaran Mendadak (ISSNHL): Indikasi UHMS, Bukti, dan Batasannya

Penurunan pendengaran mendadak memiliki posisi indikasi HBOT menurut UHMS sejak 2011. Bukti yang ada menjanjikan tetapi belum seragam, sehingga evaluasi dokter sejak gejala awal sangat penting.

Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi. Foto: SFU - Communications & Marketing / Flickr, CC BY 2.0

Gangguan pendengaran sensorineural mendadak, yang dalam literatur sering disebut ISSNHL atau SSNHL, membuat banyak orang khawatir. Penurunan pendengaran bisa muncul dalam hitungan hari, sehingga pilihan tatalaksananya perlu dibahas bersama dokter. Artikel ini merangkum posisi terapi oksigen hiperbarik (HBOT) untuk kondisi tersebut, apa yang ditunjukkan bukti yang tersedia, dan mengapa evaluasi medis sejak gejala awal penting.

Posisi UHMS: ISSNHL sebagai indikasi sejak 2011

Undersea & Hyperbaric Medical Society (UHMS) memasukkan gangguan pendengaran sensorineural mendadak idiopatik sebagai indikasi HBOT. Dewan direksinya menyetujui hal tersebut pada 8 Oktober 2011. Dalam definisi klasiknya, kondisi ini ditandai penurunan pendengaran minimal 30 dB dalam tiga hari, pada setidaknya tiga frekuensi yang berdekatan.

Buku indikasi hiperbarik UHMS edisi ke-15 menyebut sekitar 88 persen kasus SSNHL tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, sehingga disebut idiopatik. Dalam pembaruan triwulan kedua 2025, UHMS menyatakan ISSNHL tetap merupakan indikasi yang disetujui. Namun, akses ke fasilitas hiperbarik berbeda-beda antarwilayah, sehingga status indikasi tidak otomatis berarti layanan tersedia merata.

Pembaca yang ingin memahami cara membaca daftar indikasi resmi dan membedakannya dari klaim wellness dapat membaca panduan indikasi resmi HBOT menurut UHMS.

Apa yang ditunjukkan bukti: menjanjikan, tetapi belum seragam

Bukti HBOT pada ISSNHL berkembang, tetapi hasilnya belum seragam. Sebuah kohort retrospektif dari Turki mencatat 65 pasien dengan data lengkap. Ambang pendengaran rata-rata membaik dari sekitar 41,7 dB menjadi 31,9 dB setelah HBOT, dan peningkatan itu signifikan secara statistik. Desain retrospektif memiliki keterbatasan dalam membuktikan hubungan sebab-akibat, sehingga temuan ini perlu dibaca sebagai petunjuk, bukan kepastian.

Tinjauan sistematik dan meta-analisis menemukan bahwa HBOT sebagai bagian dari terapi kombinasi dikaitkan dengan perbaikan pendengaran dibanding terapi kontrol. Meski demikian, penelitian acak yang lebih kuat masih diperlukan. Umbrella review terhadap studi HBOT untuk SSNHL mencatat enam studi dengan hasil positif dan tiga dengan hasil negatif, dengan heterogenitas yang tinggi antarstudi. Heterogenitas setinggi ini membuat hasil antarstudi tidak mudah disatukan menjadi satu kesimpulan.

Sebuah studi multisenter juga menyimpulkan bahwa penambahan HBOT pada tatalaksana konvensional SSNHL tidak menunjukkan manfaat dalam data yang dianalisis. Studi itu menyebut HBOT dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bagi pasien yang tidak dapat menjalani terapi konvensional. Temuan ini penting agar pembaca tidak menyimpulkan bahwa HBOT selalu menambah manfaat.

Waktu memulai: mengapa tidak menunda

Pedoman AAO-HNS menyebutkan HBOT dapat dipertimbangkan sebagai terapi elektif jika dimulai dalam 14 hari sejak gejala pertama muncul. Sejalan dengan itu, dalam kohort 79 pasien, keterlambatan memulai HBOT berhubungan terbalik dengan besarnya perbaikan ambang pendengaran. Awal pengobatan dikaitkan dengan hasil yang lebih baik.

Di sinilah evaluasi dokter sejak gejala awal menjadi kunci. Evaluasi membantu menilai apakah kondisi memenuhi kriteria, memeriksa kemungkinan penyebab lain, dan menyusun rencana tatalaksana yang sesuai. Menunda kunjungan dengan harapan gejala membaik sendiri dapat mempersempit waktu yang tersedia untuk pilihan pengobatan. Prinsip ini berlaku juga bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan terapi tambahan.

Klinik Darma Nusantara di Curug: peran klinik dan keputusan dokter

Bagi warga Tangerang dan sekitarnya, Klinik Darma Nusantara di Curug menyediakan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) dan layanan 24 jam. Klinik semacam ini dapat menjadi tempat bertanya tentang layanan yang tersedia. Namun, kesesuaian HBOT untuk gangguan pendengaran mendadak tetap ditentukan oleh dokter setelah pemeriksaan, bukan oleh fasilitas atau alat semata.

Saat memilih layanan, pembaca dapat menanyakan siapa yang melakukan evaluasi awal, bagaimana indikasi dinilai, dan apa rencana bila HBOT tidak dianjurkan. Panduan cara memilih layanan HBOT yang tepat merangkum pertanyaan yang bisa diajukan ke fasilitas.

Dari sisi peralatan, chamber monoplace banyak dipakai klinik karena privasi dan fleksibilitas penjadwalan pasien. Sebagai gambaran spesifikasi, halaman OTO-101 memuat chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2,4 ATA untuk layanan medis. Kebutuhan alat selalu bergantung pada jenis layanan dan indikasi, sehingga keputusan akhir tetap berada pada tim medis.

Penutup: bukti berkembang, keputusan tetap di tangan dokter

HBOT untuk gangguan pendengaran mendadak memiliki posisi indikasi yang diakui UHMS sejak 2011, dan penelitian terus berkembang. Meski begitu, bukti yang ada belum seragam, dan penelitian acak yang lebih kuat masih dinanti. Bagi siapa pun yang mengalami penurunan pendengaran mendadak, langkah paling bermanfaat adalah segera menemui dokter untuk evaluasi, lalu membahas bersama apakah HBOT sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui apakah terapi oksigen hiperbarik sesuai dengan kondisinya, evaluasi dokter tetap menjadi langkah pertama. Informasi layanan HBOT tersedia di Klinik Darma Nusantara.

Bagi pembaca di wilayah Tangerang, layanan Terapi Oksigen Hiperbarik tersedia di Klinik Darma Nusantara di Curug, Tangerang, yang juga melayani gawat darurat 24 jam. Kesesuaian HBOT tetap ditentukan dokter setelah pemeriksaan. Informasi resmi ada di situs Klinik Darma Nusantara.

Sumber

Konsultasi

Jadwalkan kunjungan pabrik dan demo produk

Lihat langsung kualitas produksi dan cara kerja hyperbaric chamber Habeote sebelum memutuskan.