Osteoradionekrosis rahang adalah kondisi hilangnya viabilitas tulang mandibula setelah paparan radiasi. Menurut StatPearls, kondisi ini digambarkan sebagai kondisi iatrogenik dan paling sering ditemukan pada pasien yang menjalani radioterapi kanker rongga mulut atau orofaring. Karena itu, pasien yang pernah menjalani radioterapi kepala-leher perlu memberi perhatian khusus pada kesehatan gigi dan rahangnya.
Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) adalah terapi menghirup oksigen 100% di ruang bertekanan lebih dari 1 atmosfer, menurut materi webinar Kemenkes. Mayo Clinic mencantumkan kerusakan jaringan akibat terapi radiasi sebagai salah satu kondisi yang bisa menjadi alasan pemberian HBOT, selain keracunan karbon monoksida dan luka serius. Namun, penggunaannya pada osteoradionekrosis rahang tetap memerlukan pertimbangan dokter.
Apa yang perlu dievaluasi dokter gigi sebelum tindakan?
Evaluasi dokter gigi menjadi langkah awal sebelum tindakan apa pun pada rahang pasien yang pernah menjalani radioterapi. Menurut StatPearls, penilaian osteoradionekrosis mencakup beberapa hal berikut.
- Radiografi seluruh mulut untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi gigi dan rahang.
- Evaluasi gigi dan periodontal untuk menilai kesehatan gigi dan jaringan penyangganya.
- Identifikasi gigi dengan prognosis buruk yang dapat menjadi pertimbangan pencabutan.
- Pengaturan waktu pencabutan. Menurut StatPearls, pencabutan idealnya dilakukan sekitar dua minggu sebelum radioterapi dimulai.
Tinjauan sistematis lama yang tercatat di PubMed (sekitar 2010) dipakai di sini sebagai latar belakang. Tinjauan itu menyimpulkan bahwa risiko osteoradionekrosis tertinggi terjadi pada pencabutan gigi bawah dalam medan radiasi dengan dosis di atas 60 Gy.
Karena itu, pasien yang sudah selesai radioterapi sebaiknya menyampaikan riwayat dosis dan area radiasi kepada dokter gigi. Informasi ini membantu dokter merencanakan tindakan dengan lebih hati-hati.
Kapan HBOT dipertimbangkan, dan seberapa kuat buktinya?
HBOT dipertimbangkan pada situasi tertentu, tetapi bukti yang tersedia masih terbatas dan diperdebatkan. Menurut StatPearls, HBOT dapat membantu penyembuhan sebelum operasi atau sebagai terapi tambahan setelah operasi, sedangkan bukti HBOT sebagai terapi tunggal masih terbatas.
| Sumber | Temuan utama | Catatan kepastian |
|---|---|---|
| Cochrane (2019) | Satu studi menunjukkan kejadian osteoradionekrosis lebih rendah pada kelompok HBO dibanding kelompok antibiotik setelah pencabutan gigi. | Tingkat kepastian bukti sangat rendah. |
| Tinjauan sistematis (sekitar 2010) | HBO profilaksis disebut efektif. | Berdasarkan bukti yang lemah. |
| Dana-Farber/Brigham (sekitar 2016) | HBO tidak direkomendasikan secara rutin; hanya dipertimbangkan kasus per kasus. | Ditujukan bagi pasien risiko sangat tinggi yang gagal terapi konservatif dan reseksi bedah. |
Pembaca yang ingin memahami cara menilai kelompok kontrol dan lama pengamatan dalam penelitian dapat membaca ulasan Uji Plasebo Terapi Oksigen Hiperbarik: Cara Membaca Kontrol dan Lama Follow-up di Stem Cells Indonesia. Pemahaman ini membantu pasien menilai sebuah klaim secara lebih kritis.
Cleveland Clinic, dalam ulasan pedoman osteoradionekrosis terbaru, menekankan edukasi dan perawatan gigi pencegahan setelah radiasi. Pedoman tersebut mencakup pemakaian fluorida dan pemeriksaan gigi rutin, serta mencatat bahwa HBO merupakan terapi yang panjang dan mahal. Pesan ini menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dari perawatan pasien pascaradiasi.
Berapa lama satu sesi HBOT, dan apa yang perlu diketahui?
Satu sesi HBOT biasanya berlangsung 90 hingga 120 menit. Menurut materi Kemenkes melalui LMS (2025), pasien menghirup oksigen 100% di ruang bertekanan lebih dari 1 atmosfer, umumnya 1 hingga 3 atm.
Liputan6 menulis bahwa HBOT dianggap cukup aman apabila dilakukan oleh staf medis terlatih di lokasi yang telah ditetapkan. Karena itu, kualitas prosedur dan evaluasi awal tetap menjadi hal penting. Pasien yang belum pernah menjalani sesi dapat membaca panduan sesi HBOT pertama kali untuk mempersiapkan diri.
Banyak klinik memakai chamber monoplace karena privasi dan fleksibilitas penjadwalan pasien. Kebutuhan setiap fasilitas tetap berbeda, tergantung jenis layanan dan indikasi. Gambaran salah satu chamber medis monoplace dapat dilihat pada halaman OTO-101.
Pertanyaan apa yang bisa diajukan ke Klinik Darma Nusantara?
Klinik Darma Nusantara di Curug, Tangerang, menyediakan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) dan layanan gawat darurat 24 jam. Sebelum menjalani sesi, pasien dapat menanyakan beberapa hal berikut agar keputusan dibuat dengan informasi yang lengkap.
- Apakah ada evaluasi medis atau rujukan dari dokter sebelum sesi HBOT dimulai?
- Apakah klinik berkoordinasi dengan dokter gigi atau dokter bedah mulut untuk pasien pascaradiasi?
- Bagaimana klinik menilai kontraindikasi, termasuk kondisi yang memerlukan kehati-hatian? Pasien dapat membaca ulasan kontraindikasi HBOT sebagai bahan persiapan.
- Bagaimana jadwal sesi dan jumlah sesi yang direncanakan dokter?
Keputusan mengenai kesesuaian HBOT untuk setiap pasien tetap ditentukan oleh dokter yang memeriksa.
Bagaimana alur rujukan yang sebaiknya dijalankan?
Alur yang wajar dimulai dari pemeriksaan dokter gigi, dilanjutkan pembahasan bersama dokter yang merawat, lalu keputusan tentang HBOT dibuat berdasarkan kondisi pasien. Ulasan Cleveland Clinic tentang pedoman terbaru osteoradionekrosis menekankan edukasi, perawatan gigi pencegahan, dan pendekatan interdisipliner. Pasien yang pernah radioterapi sebaiknya membawa riwayat dosis dan area radiasi ke setiap konsultasi.
Dengan pendekatan tersebut, HBOT dapat ditempatkan sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan, bukan sebagai jalan utama yang diberikan tanpa evaluasi. Pembaca yang ingin melihat contoh cara menilai bukti pada kondisi lain dapat membaca ulasan HBOT untuk luka kaki diabetes.
Perkembangan layanan HBOT di Indonesia dapat berjalan lebih baik bila pasien dan tenaga kesehatan sama-sama memahami batas bukti yang ada. Keputusan yang baik lahir dari evaluasi medis yang lengkap, bukan dari harapan yang belum terbukti.
Bagi pembaca di wilayah Tangerang, informasi layanan tersedia di profil Klinik Darma Nusantara di Curug, dan informasi resmi lainnya dapat dilihat di situs resmi darmanusantararaya.com. Untuk mengetahui apakah HBOT sesuai dengan kondisi masing-masing, evaluasi dokter tetap menjadi langkah pertama.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah HBOT bisa dipakai untuk osteoradionekrosis rahang?
HBOT dapat dipertimbangkan untuk osteoradionekrosis rahang, tetapi keputusannya ditentukan dokter secara kasus per kasus. Menurut pedoman Dana-Farber/Brigham sekitar 2016, HBO tidak direkomendasikan secara rutin untuk pencegahan maupun penanganan.
Apa yang dicek dokter gigi sebelum mencabut gigi pasien yang pernah radioterapi?
Dokter gigi biasanya meninjau radiografi seluruh mulut serta kondisi gigi dan periodontal. Menurut StatPearls, pencabutan gigi dengan prognosis buruk idealnya dilakukan sekitar dua minggu sebelum radioterapi dimulai.
Berapa lama satu sesi HBOT?
Satu sesi HBOT biasanya berlangsung 90 hingga 120 menit menurut materi Kemenkes melalui LMS. Pasien menghirup oksigen 100% di ruang bertekanan lebih dari 1 atmosfer, umumnya 1 hingga 3 atm.
Apakah Klinik Darma Nusantara di Curug melayani HBOT 24 jam?
Klinik Darma Nusantara di Curug, Tangerang, menyediakan Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) dan layanan gawat darurat 24 jam. Jadwal sesi dan kesesuaian medis sebaiknya ditanyakan langsung ke klinik sebelum sesi dimulai.
Sumber
- StatPearls (NCBI Bookshelf), Osteoradionekrosis rahang
- Cochrane Library, CD011559.pub2, 2019
- PubMed, tinjauan sistematis (sekitar 2010)
- PMC, pedoman Dana-Farber/Brigham (sekitar 2016)
- Cleveland Clinic (ConsultQD), pedoman osteoradionekrosis terbaru
- LMS Kemenkes, materi webinar HBOT, 2025
- Mayo Clinic, Hyperbaric oxygen therapy
- Liputan6, Ini efek samping terapi oksigen hiperbarik

Foto: Peter Southwood / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Foto: Mike / Wikimedia Commons, CC BY 2.0
Foto: Original uploader was James Heilman, MD at en.wikipedia / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0