Manajemen Rumkital Jala Ammari Lantamal VI Makassar meresmikan pengoperasian terapi oksigen hiperbarik (TOHB) di rumah sakit tersebut. Komandan Lantamal VI menyebut pembukaan layanan ditandai dengan tasyakuran yang sekaligus menandai dimulainya pelayanan. Kehadiran layanan ini menambah pilihan fasilitas medis yang menyediakan terapi berbasis ruang bertekanan tinggi bagi masyarakat di Makassar.
Dari chamber penyelaman ke layanan rumah sakit
Menurut pihak rumah sakit, chamber di Rumkital Lantamal VI awalnya dihadirkan untuk pengobatan gangguan kesehatan dan penyakit akibat penyelaman. Latar belakang tersebut membuat keberadaannya dinilai sangat diperlukan, karena fungsi awalnya berkaitan langsung dengan penanganan kondisi akibat penyelaman.

Rekam jejak layanan serupa di kawasan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Pada 2021, RSAL Jala Ammari disebut sebagai rumah sakit kedua di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki layanan hyperbaric chamber, setelah RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Chamber tersebut disebutkan berkapasitas 8 sampai 10 pasien. Dengan demikian, peresmian TOHB ini melanjutkan peran rumah sakit TNI AL sebagai penyedia layanan hiperbarik di Makassar.
Apa itu TOHB dan bagaimana sesi berjalan
Karumkital Lantamal VI menjelaskan bahwa TOHB adalah metode pengobatan ketika pasien bernapas lewat masker dengan oksigen murni 100 persen di dalam ruangan bertekanan tinggi. Karena itu, pengaturan tekanan dan pemberian oksigen menjadi bagian penting yang perlu dipantau selama sesi.
Untuk gambaran sesi, Liputan6 dalam artikel September 2026 menyebut tenaga medis memantau kondisi pasien sepanjang sesi sambil mengatur tekanan dan pemberian oksigen. Satu sesi umumnya berlangsung sekitar 1,5 hingga 2 jam. Jumlah sesi, menurut artikel yang sama, ditentukan oleh kondisi masing-masing pasien.
Perbedaan informasi antara sumber 2021 dan 2026 juga perlu dicermati. Ringkasan di tabel berikut memperlihatkan bahwa durasi sesi yang disebutkan pada 2021 berbeda dengan estimasi terbaru, sehingga protokol sebaiknya ditanyakan langsung ke fasilitas.
| Aspek | Keterangan Sumber 2021 | Keterangan Sumber 2026 |
|---|---|---|
| Durasi sesi | 15 sampai 30 menit | Sekitar 1,5 sampai 2 jam |
| Kapasitas chamber | 8 sampai 10 pasien | Tidak disebutkan |
| Pengawasan | Tidak disebutkan dalam ringkasan | Tenaga medis memantau pasien |
Syarat layanan di fasilitas medis
Liputan6 menegaskan bahwa HBOT perlu dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas terakreditasi. Pembaca yang ingin melihat konteks regulasi layanan HBOT di rumah sakit dapat membaca Permenkes 6 2026 Rumah Sakit: Apa Artinya bagi Pengelola RS dan Layanan HBOT. Untuk penggunaan medis, evaluasi dokter tetap menjadi langkah pertama sebelum sesi dimulai.

Jenis chamber juga perlu dipahami sejak awal. Chamber yang dipakai untuk HBOT dengan oksigen murni termasuk alat kesehatan yang wajib didaftarkan menurut ketentuan yang berlaku, sehingga berbeda dari perangkat wellness. Sebagai contoh chamber untuk layanan medis, OTO-101 adalah chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2,4 ATA yang diperuntukkan layanan medis di rumah sakit. Chamber monoplace banyak dipakai klinik karena privasi dan fleksibilitas penjadwalan pasien, meski kebutuhan tiap fasilitas tetap berbeda sesuai jenis layanan dan indikasi.
Layanan TOHB juga tidak berdiri sendiri. Indikasi dan bukti ilmiahnya perlu dibaca secara utuh, misalnya pembahasan penanganan resmi keracunan karbon monoksida dan posisi HBOT dalam Keracunan Karbon Monoksida: Penanganan Resmi, Bukti HBOT, dan Posisi Sel Punca dari Stem Cells Indonesia.
Pelajaran bagi rumah sakit dan klinik lain
Pembukaan layanan di Rumkital Lantamal VI memberi beberapa pelajaran praktis bagi rumah sakit dan klinik lain. Pertama, latar belakang layanan dan kondisi yang ditangani perlu dijelaskan dengan jelas kepada pasien. Kedua, protokol sesi seperti durasi, pemantauan, dan jumlah sesi sebaiknya tertulis dan mudah diakses. Ketiga, informasi lama tidak selalu sama dengan praktik saat ini, sehingga data protokol perlu diperbarui secara berkala.
- Pastikan tenaga medis yang memantau sesi memiliki kompetensi dan alur kerja yang terdokumentasi.
- Pastikan fasilitas memenuhi syarat akreditasi dan jelaskan kepada pasien siapa yang menentukan jumlah sesi.
- Siapkan informasi chamber, termasuk jenis dan tekanan kerja, untuk ditanyakan calon pasien dan keluarganya.
- Tinjau kebutuhan kapasitas sesuai jenis layanan dan indikasi, bukan semata ukuran perangkat.
Langkah praktis bagi pembaca
Pembaca yang akan memilih layanan HBOT dapat menyiapkan daftar pertanyaan tentang tenaga medis, protokol sesi, dan evaluasi awal sebelum mendaftar. Panduan pertanyaan yang dapat diajukan ke fasilitas tersedia dalam Cara Memilih Layanan HBOT yang Tepat: Pertanyaan yang Perlu Diajukan ke Fasilitas. Bagi pembaca yang ingin membandingkan layanan HBOT di fasilitas lain, informasi juga dapat dijajaki di Klinik Darma Nusantara yang menyediakan Terapi Oksigen Hiperbarik, dengan tetap membicarakan kebutuhan bersama dokter.
Peresmian TOHB di RSAL Jala Ammari menunjukkan bagaimana rumah sakit dapat membuka layanan dengan dasar yang jelas, mulai dari latar belakang penggunaannya hingga kesiapan tenaga dan protokol. Perkembangan ini patut diikuti sebagai bagian dari kemajuan layanan HBOT di Indonesia.

Foto: Original uploader was James Heilman, MD at en.wikipedia / Wikimedia, CC BY-SA 3.0
Foto: Mediajen / Wikimedia Commons, CC0